3 Perbedaan Utama Aqiqah dan Qurban

3 Perbedaan Utama Aqiqah dan Qurban

Aqiqah merupakan salah satu ibadah yang mana tujuannya untuk menyempurnakan kedatangan atau keberadaan anak batu lahir. Bisa disebut juga dengan penggadaian dengan hewan qurbam sebagaimana dalam cerita Nabi Ibrahim dan Ismail. Tentu saja ini juga dibahas dalam ilmu fiqih.

Perbedaan Mendasar Aqiqah dan Qurban

3 Perbedaan Utama Aqiqah dan Qurban

Dalam Islam pengerjaan aqiqah dan qurban adalah tindakan yang sama. Namun, tentu saja memiliki beberapa perbedaan mendasar terutama mengenai niat dan juga pelaksanaannya. Berikut ini terdapat beberapa informasi mengenai hal tersebut dalam poin ringkas:

Waktu Pengerjaannya Berbeda

Dalam fiqih Islam, perbedaan mendasar dari qurban dan aqiqah ialah waktu pengerjaannya. Namun, bisa pula dikerjakan dalam satu momen misal saat Idul Adha namun pastikan niat saat menyembelihnya berbeda dengan penyembelihan biasanya.

Qurban dilaksanakan pada waktu 10 hingga 13 Dzulhijjah atau selama masa Idul Adha. Sedangkan, aqiqah dimulai dari 7 hari setelah kelahiran sang anak hingga waktu tak terbatas. Dimana hal tersebut bergantung pada kemampuan orang tua dalam melakukannya.

Niatnya Berbeda

Niat dari penyembelihan hewan utamanya kambing tentu berbeda pada aqiqah dan qurban. Hal ini tentu harus dipahami oleh sang penyembelih dimana ketika menyembelih harus menyertakan nama bayi yang hendak diaqiqahkan. Sedangkan, satunya hanya disebut sebagai pemilik saja.

Jika niatnya tidak sempurna misal untuk aqiqah dengan tidak menyebut na anak terlebih dahulu maka bisa jadi hanya menjadi sembelihan biasa. Terlebih jika tidak dalam rangka hari raya Idul Qurban. Maka dari itu, pastikan sang penyembelih mengetahui mengenai tata caranya.

Hasil Sembelihannya

Untuk hasil sembelihan dari aqiqah dan qurban pun jelas berbeda yakni masih dalam keadaan utuh dan satunya sudah dimasak. Hal ini jelas menjadi perbedaan yang paling terlihat serta mudah dipahami oleh masyarakat baik awam sekalipun.

Hasil sembelihan untuk aqiqah akan dibagikan kepada warga sekitar atau siapa saja dengan bentuk sudah dimasak dalam berbagai olahan seperti sate, gulai, dan lain sebagainya. Sedangkan, qurban masih berbentuk daging utuh serta belum diolah.

Sebagai umat muslim tentu saja harus mengetahui dan memahami perbedaannya agar tidak menimbulkan salah paham dan ketidaktahuan. Jika masih merasa ragu tentu sebaiknya bertanya pada ahlinya yakni ustadz maupum ustadzah.

Hal tersebut tentu harus diketahui agar ibadahnya tidak salah niat dan tujuan dalam fiqih Islam. Untuk informasi lebih lanjut berhubungan dengan peribadatan tersebut bisa mengunjungo website fiqih.co.id.